SURVEI KONSUMSI MAKANAN

Food Consumption Survey (Survei Konsumsi Makanan)
By
Fauzi ‘Arasj.

Tujuan dilaksanakannya survei konsumsi makanan adalah untuk  mengetahui kebiasaan makan, dan gambaran tingkat kecukupan bahan makanan dan zat gizi pada tingkat kelompok, Rumah tangga, dan perorangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Secara lebih khusus tujuan pelaksanaan survei konsumsi makanan ini antara lain adalah untuk a) Menentukan tingkat kecukupan konsumsi pangan nasional dan kelompok masyarakat, b) Menentukan status kesehatan dan gizi keluarga dan individu, c) Menentukan pedoman kecukupan makanan dan program pengadaan makanan, d) Sebagai dasar perencanaan dan program pengembangan gizi, e) Sebagai sarana pendidikan gizi masyarakat, f) Menentukan perundang-undangan bidang pangan dan gizi.
Metode pengukuran konsumsi pangan berdasarkan jenis data yang diperoleh antara lain adalah pertama Metode kualitatif, meliputi Metode frekuensi makanan (food frequensi); Metode dietary history; Metode telepon; Metode pendaftaran makanan. Dan kedua Metode kuantitatif meliputi  Metode recall 24 jam; Perkiraan makanan (estimated food records); Penimbangan makanan (food weighing) ; Metode food account; Metode inventaris (inventory method) ; Pencatatan (household food record) dan ketiga  Metode kualitatif dan kuantitatif antara lain Metode recall 24 jam dan Metode riwayat makanan (dietary history)
Metode Pengukuran konsumsi tingkat rumah tangga, maka metode yang digunakan antara lain adalah metode Pencatatan (food accoun); Metode pendaftaran (food list); Metode inventaris (inventory method); Pencatatan makanan rumah tangga (household food record). Sedangkan metode yang baik untuk pengukuran konsumsi tingkat individu antara lain: Metode recall 24 jam; Metode estimated food records; Metode penimbangan makanan; Metode dietary history; Metode frequensi makanan (food frequency)
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pemilihan metode pengukuran konsumsi makanan antara lain:
         Tujuan penelitian
         Jumlah responden yang diteliti
         Umur dan jenis kelamin responden
         Keadaan sosial ekonomi responden
         Ketersediaan dana dan tenaga
         Kemampuan tenaga pengumpul data
         Pendidikan responden
         Bahasa yang digunakan responden
         Pertimbangan logistik pengumpulan data
KESALAHAN DALAM KONSUMSI MAKANAN

Ketika melaksanakan pemilihan metode konsumsi makanan, terjadi beberapa bias, antara lain
         Bias secara acak (random bias)
          bias acak terjadi karena kesalahan pengukuran
         Bias sistematik
          terjadi karena.
- Kesalahan dari kuesioner
-  Kesalahan pewawancara
-  kesalahan dari alat yang tidak akurat
-  kesalahan DKBM
Sumber bias dalam pengukuran konsumsi makanan, antara lain adalah  kesalahan atau bias dari pengumpul data;   kesalahan dari responden;  kesalahan karena alat;  kesalahan DKBM dan kesalahan karena kehilangan zat gizi dalam  proses pemasakan.
Beberapa cara yang umumnya digunakan untuk mengurangi bias dalam pengukuran konsumsi makanan, antara lain adalah dengan cara menggunakan sampel dalam jumlah besar; Ulangi pengukuran intake konsumsi terhadap subjek atau responden yang sama dalam beberapa waktu; Lakukan kalibrasi terhadap alat ukur; Untuk mengurangi bias yang berhubungan dengan pengetahuan responden, gunakan alat bantu gambar dan food model.

Cimpago Hotel, Bukittinggi, 18 Mei 2011
Dari berbgai sumber.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar